Blog

5 Strategi Copywriting Yang Efektif

teknik copy writing
Written by babastudio

 

 

Seni menulis naskah (Copywriting) sudah tidak diragukan lagi sangat penting. Bukan hanya untuk hal-hal resmi saja, Ia juga bisa jadi penentu keputusan membeli seorang pelanggan.

Sebagai pemilik bisnis, memahami seni penulisan yang menjual sudah jadi keharusan. Dengannya kelebihan suatu produk dapat dimaksimalkan dan menarik minat calon pembeli.

Sebelum mempelajari lebih dalam mengenai strategi Copywriting yang efektif, ada 3 tahap calon pelanggan yang wajib kamu tahu terlebih dahulu :

  • Tahap Kesadaran (Awareness) : Pelanggan pada tahap ini biasanya mulai mengartikulasi masalah yang mereka alami. Misalnya “Akhir-akhir ini saya sering berkeringat saat berangkat kerja”. Saat kamu menulis suatu naskah untuk tahap ini, penting untuk menyisipkan pula masalah tersebut dan memberikan solusinya

 

  • Tahap Pertimbangan (Consideration) : Pelanggan sudah atau pernah melakukan riset produk sendiri. Biasannya mereka punya cara unik menyampaikan masalah yang mereka alami. Sebagai contoh “Saya butuh jas hujan yang tidak hanya anti air, melainkan hangat dan mudah untuk dicuci”.

 

Pada tahap ini bila produk yang kamu jual sesuai dengan kriteria yang mereka mau, maka penting untuk menuliskan hal itu di naskah penulisan promosi produkmu.

 

  • Tahap Pengambilan Keputusan (Decision) : Seorang pelanggan membuat keputusan akhir apakah akan membeli atau tidaknya produkmu. Khusus tahap ini bisa kamu taklukan dengan menyajikan testimoni, review positif , hingga studi kasus agar mereka tidak ragu membeli produkmu.

 

Kini guna membantu kamu menjual produk dengan kata, berikut terdapat 7 Strategi Copywriting yang layak kamu coba :

1. Fitur Vs Manfaat

 

Saat menulis deskripsi untuk suatu produk atau jasa, jangan lupa untuk menambahkan keuntungan atau manfaat yang kamu tawarkan. Manfaat ini bisa dalam bentuk pengalaman apa yang pelanggan rasakan ketika menggunakan produkmu.

Sebagai contoh, saat kamu menjual jaket. Jangan hanya menulis varian warna, ukuran dan bahannya saja pada bagian deskipsi produk. Melainkan coba jabarkan manfaat dari bahan tersebut seperti bahan dijamin nyaman karena terbuat dari bahan yang halus atau sejenisnya.

Mengeksplorasi keunggulan suatu produk bisa menjadi nilai tambah untuk produk itu sendiri. Ia juga dapat mempengaruhi keputusan membeli tergantung dari seberapa detail kamu menjabarkan produkmu sendiri.

2. Storytelling (Bercerita)

 

Terhubung dengan pelanggan atau audiens kamu adalah cara hebat untuk membangun kepercayaan dan komunikasi yang baik. Dan kedua hal ini bisa kamu capai dengan metode penulisan berbasis Storytelling atau bercerita.

Sebagai contoh, karena Storytelling berbasis cerita. Kamu bisa menulis kembali pengalaman yang pengguna kamu rasakan di salah satu platform sosial media produkmu. Buat status yang menceritakan pengalaman pelanggan tersebut setelah menggunakan produkmu. Kemas dengan sedikit emosi agar hati para pembaca mudah terpengaruh.

Storytelling sangat efektif menarik minat pembaca bahkan untuk orang berotot sekalipun. Karena pada dasarnya manusia selalu tertarik dengan pengalaman yang dirasakan atau dialami manusia lainnya.

Baca Juga :

 

3. Bersikap Layaknya Seorang Pakar

 

Kalau kamu terlihat seperti seorang pakar atau ahlinya pada suatu subjek, orang-orang akan lebih mudah percaya dengan brandmu. Saat berbicara atau menulis sesuatu tentang produkmu, kombinasikan angka dan statistik didalamnya. Data yang kamu sajikan haruslah dari sumber yang kredibel dan bisa dipercaya.

Disamping itu juga kamu wajib mencantumkan referensi dari mana asal data tersebut. Hindari mengklaim hasil riset atau karya orang lain karena hal ini bisa menyebabkan kepercayaan pelanggan kamu menurun. Namun dibalik itu, jika dilakukan dengan benar maka akan menambah kredibilitas produkmu dan brandmu juga.

4. Memanfaatkan Metode Urgency (Stok Terbatas)

 

Saat kamu belanja online dan produk yang kamu inginkan masih tersedia dalam jumlah yang banyak, jelas kamu tidak akan buru-buru membelinya. Namun bagaimana jika stok yang ditampilkan hanya ratusan atau puluhan saja ? bukan hanya kamu, siapapun jelas akan langsung membelinya sebelum kehabisan.

Menerapkan metode Urgency atau stok terbatas merupakan cara baik untuk memotivasi pelanggan supaya cepat-cepat membeli. Caranya bisa dengan :

  • Mengumumkan bahwa promo akan segera berkahir
  • Tampilkan berapa banyak sisa produk tersebut saat ini (jika bisa tulis sedikit munkin)
  • Ingatkan kembali kepada pelanggan bahwa kupon atau promo yang sedang berjalan akan berakhir pada tanggal tertentu.

Meskipun bagus, metode Urgency tidak boleh disalah gunakan melainkan digunakan sesuai pada waktunya. Misalnya kalau stok produkmu masih banyak jangan menggunakan klaim palsu bahwa stoknya tinggal sedikit. Ingat, pembeli online semakin lama semakin pintar dalam mengambil keputusan membeli.

 

5. Tawarkan Eksklusifitas

 

Semua orang jelas sangat suka jika diistimewakan atau terlihat unik. Dan Beginilah cara suatu perusahaan mempromosikan kemewahan brand mereka.  Kalau kamu membeli produk mereka, maka sama saja kamu sudah menjadi bagian dari mereka.

Memang tidak semua jenis bisnis bisa menawarkan eksklusifitas, tetapi berikut ini ialah cara yang patut dicoba untuk mencapai itu :

  • Membuat area yang hanya bisa diakses member website
  • Buat produkmu terlihat langka dan hanya ada satu-satunya (Berbeda / unik dari produk yang lain)
  • Coba menjual produk edisi terbatas (Limited Edition)
  • Menawarkan Newsletter pribadi (private)

Tapi perlu kamu ingat, sama halnya seperti metode Urgency. Kamu harus menghindari klaim palsu dalam hal menawarkan eksklusifitas. Misalnya saja kalau produkmu tidak terlihat unik (biasa saja) maka jangan terlalu membuatnya terlihat langka, melainkan promosikan sewajarnya saja.

Dan jika kamu membuat suatu area yang hanya bisa diakses oleh member website, maka didalamnya wajib terdapat hal-hal yangmemang  mengistimewakan atau terdapat fitur lebih untuk pelanggan kamu.

Sumber : https://articles.bplans.com/

About the author

babastudio

Leave a Comment

WhatsApp chat